https://www.detik.com/jogja/berita/d-7339602/fenomena-aurora-jenis-penyebab-lokasi-dan-waktu- terjadinyahttps://id.wikipedia.org/wiki/Aurora
Aurora
Aurora dapat terjadi di lapisan ionosfer yang diakibatkan oleh adanya interaksi yang terjadi antara medan magnet Bumi dengan partikel-partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari. Sebagai fenomena langit yang terjadi di antara medan magnet Bumi, maka kemunculannya hanya terjadi di dua wilayah yang ada di dunia ini.
Proses terjadinya aurora
Lantas apa yang menyebabkan aurora bisa muncul di langit? Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, aurora disebabkan oleh adanya interaksi yang berlangsung di medan magnet Bumi. Dalam hal ini yang terletak di wilayah utara dan juga selatan. Interaksi tersebut diketahui melibatkan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.
Kemudian dijelaskan dalam buku 'Belajar Sains: Cuaca' karya Wu Meizhen, penyebab aurora adalah partikel berarus listrik yang terpancar dari sinar Matahari. Kemudian ada angin Matahari yang disebut sebagai solar wind mengalami tabrakan dengan lapisan atmosfer. Situasi inilah yang memicu sebuah fenomena karena adanya ionisasi molekul pada lapisan atmosfer tersebut.
Diketahui bahwa Bumi memiliki medan magnetik. Saat ada partikel yang masuk ke dalam medan magnetik Bumi, maka partikel yang mengandung listrik justru terkena gaya magnetik. Gaya magnetik inilah yang membuat beberapa partikel tersebut berkumpul di sekitar kedua kutub yang ada di Bumi. Situasi ini memicu molekul atmosfer akan membuat molekul udara yang mengalami ionisasi. Proses inilah yang menyebabkan munculnya cahaya yang disebut sebagai aurora.
Jenis - jenis warna Aurora
Aurora merupakan salah satu fenomena alam yang sangat indah di bumi, beragam kombinasi warna yang dimiliki aurora membuatnya semakin indah saat di malam hari yang gelap. Ternyata warna - warna tersebut tidak terbentuk secara otomatis, akan tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.
- Warna hijau. warna ini dipengaruhi oleh pelepasan gas hidrogen di ketinggian 100 – 150 km dari permukaan bumi.
- Warna Merah. warna ini dihasilkan sama seperti pada warna hijau, yaitu eksitasi oksigen. Warna ini dihasilkan pada ketinggian 200–250 km dari permukaan bumi.
- Warna Biru. Warna ini disebabkan oleh pelepasan molekul nitrogen.
- Warna Pink. Warna ini dipengaruhi oleh atom hidrogen yang terletak lebih rendah di atmosfer sehingga warna pink ini terletak dibawah warna hijau.
Masih merujuk dari buku yang sama, aurora borealis yang ada di Kutub Utara juga bisa disaksikan di wilayah daerah utara yang dekat dengan Artik. Sebut saja wilayah Islandia, Kanada, hingga Norwegia.
Berbeda halnya dengan aurora borealis yang cenderung bisa diperkirakan kemunculannya. Biasanya aurora borealis akan muncul pada saat musim semi yang berlangsung di bulan Maret sampai April dan musim gugur yang terjadi pada bulan September sampai Oktober.
Sebagai cahaya warna-warni yang terlihat indah, waktu yang tepat menyaksikan aurora borealis adalah saat langit terlihat gelap di malam hari hingga dini hari. Perkiraan waktu untuk menyaksikan aurora borealis adalah kisaran pukul 9 hingga 2 pagi waktu setempat.
ayumna: lucu
ReplyDelete(eom seann)
ReplyDeleteserasa ingin kesana